2011/11/20

KAITAN SOX DENGAN SPI


KAITAN SOX DENGAN SPI
SOX (Sarbanes Oxliy Act) atau dapat juga disebut SOA atau SarbOx, bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan investor pasca skandal akuntansi dan kebangkrutan perusahaan-perusahaan besar di Amerika.
Dari nama panjangnya dapat disimpulkan bahwa Sox merupakan ketentuan perundangan yang merombak ketentuan-ketentuan di bidang akuntansi. perombakan atau penataan kembali ini dimaksudkan (sebagaimana lazimnya ketentuan pasar modal) untuk melindungi penanam modal. Sox dirancang untuk mencegah terulangnya sekandal keuangan yang dilakukan Enron, Tyco, Worldcom, Adelphia, dan lain sebagainya.
Undang-undang tersebut diprakarsai oleh Senator Paul Sarbanes (Maryland) dan Representative Michael Oxley (Ohio). Undang-undang ini diterbitkan sebagai jawaban dari Kongres Amerika Serikat terhadap berbagai skandal pada beberapa korporasi besar seperti: Enron dan kemudian diikuti oleh WorIdCom, Qwest, Tyco, HeaIthSouth dan lain-lain, yang juga melibatkan beberapa Kantor Akuntan Publik (KAP) yang termasuk dalam kelompok lima besar "the big five" seperti: Arthur Andersen, PWC, dan KPMG.
Dengan diberlakukannya undang-undang Sarbanes Oxley 2002 yang ditandatangani oleh Presiden George Walker Bush pada 30 Juli 2002 diharapkan dapat membawa dampak positif bagi berbagai profesi, antara lain akuntan publik bersertifikat (CPA), kantor akuntan publik (KAP), perusahaan yang memperdagangkan sahamnya (listed di bursa US (termasuk direksi, komisaris, karyawan, dan pemegang saham), perantara (broker), penyalur (dealer), pengacara yang berpraktik untuk perusahaan publik, investor perbankan serta para analis keuangan.
Dengan adanya undang-undang SOX (Sarbanes Oxley Act) ini, Pemerintah dapat mengatur perusahaan melalui berbagai cara, baik melalui pembentukan undang-undang maupun berbagai peraturan pelaksanaan lainnya. Pemerintah melakukan regulasi dengan tujuan agar terjadi persaingan yang sehat diantara pelaku usaha. Selain itu juga untuk menyeleraskan ketidakseimbangan kekuatan diantara pelaku usaha, konsumen secara individu, dan masyarakat pada umumnya. Masyarakat baik dalam arti individu maupun kelompok sangat membutuhkan adanya suatu lembaga yang mengatur dan melindungi kepentingan mereka terutama terhadap barang/jasa publik.
Tujuan dari adanya pengaturan tersebut adalah berkaitan dengan 5 (lima) hal sebagai berikut :
1.      Mengatur persaingan (regulate competition)
2.      Melindungi konsumen (protect consumers)
3.      Mendorong keadilan dan keselamatan (promote equity and safety)
Sarbox menetapkan suatu lembaga semi pemerintah, Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB), yang bertugas mengawasi, mengatur, memeriksa, dan mendisiplinkan kantor-kantor akuntan dalam peranan mereka sebagai auditor perusahaan publik. Sarbox juga mengatur masalah-masalah seperti kebebasan auditor, tata kelola perusahaan, penilaian pengendalian internal, serta pengungkapan laporan keuangan yang lebih dikembangkan.
Jika struktur pengendalian intern suatu satuan usaha lemah, maka kemungkinan terjadinya kesalahan, ketidak akuratan ataupun kecurangan dalam perusahaan sangat besar. Bagiakuntan publik, hal tsb menimbulkan resiko yang besar,dalam arti risiko untuk memberikan opini yang tidak sesuaidengan kenyataan, jika auditor kurang hati-hati dalam melakukan pemeriksaan dan tidak cukup banyak mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung pendapat yangdi berikannya.

ELEMEN SPI


ELEMEN SPI
SPI (Struktur Pengendalian Intern) terdiri dari 3 elemen, yaitu :
1.    Lingkungan pengendalian
Lingkungan pengendalian dalam suatu organisasi adalah dampak kolektif dari berbagai factor dalam menetapkan, meningkatkan, atau memperbaiki efektivitas kebijakan dan prosedur tertentu:
a.   Filosofi dan gaya operasi manajemen
Filosofi dan gaya operasi manajemen, kesadaran, manajemen terhadap pentingnya pengendalian intern, sehingga manajemen akan menetapkan kebijakan dan prosedur yang dilaksanakan secara efektif  dan efisien.
b.   Struktur organisasi
Struktur Organisasi, pola otoritas dan tanggung jawab, yang terdapat dalam perusahaan. Struktur organisasi formal biasanya digambarkan dalam bagan organisasi.Struktu no formal muncul jika pola komunikasi tidak sesuai dengan garis yang ditunjukkan dalam struktur formal.
c.  Berfungsinya dewan komisaris
Merupakan penghubung antara manajemen dengan pemilik, bertugas untuk mengendalikan manajemen.
d. Komite Audit
Biasanya dewan komisaris, mendelegasikan fungsi -fungsi spesifik ke komite audit. Komite ini independen terhadap manajemen, dan biasanya dibebani dengan keseluruhan tanggung jawab laporan keuangan, ketaatan terhadap hukum, dan peraturan yang ada. Agar efektif komite ini berkomunikasi dengan audit intern dan ekstern.  Audit intern melapor ke komite audit untuk memastikan independensinya terhadap manajemen.
e.  Metode pembebanan otoritas dan tanggung jawab
Pembebanan harus dilakukan secara formal agar pembebanan memadai dan kuat dasar hukumnya, misalnya dalam bentuk memorandum, pedoman prosedur.
f.   Metode pengendalian manajemen
Teknik-teknik yang digunakan manajemen untuk menyampaikan instruksi dan tujuan operasi kepada bawahan dan untuk evaluasi hasilnya. Anggaran merupakan contoh dari pengendalian manajemen
g. Berfungsinya audit intern
Audit intern berfungsi, memonitor dan mengevaluasi pengendalian secara menerus. Tujuan dari fungsi audit intern adalah membantu manajemen dalam menganalisis dan menilai aktivitas system sebagai berikut:
a)    Sistem informasi organisasi
b)    Struktur pengendalian intern organisasi
c)    Ketaatan terhadap kebijakan, prosedur & rencana operasi
d)    Kualitas kinerja karyawan
h.  Kebijakan dan praktik kepegawaian
Karyawan harus kompeten dan memiliki kemampuan dan / pelatihan tugas-tugas mereka. Penempatan. Yang sesuai dengan kualifikasinya akan menetukan keberhasilan efektifitas kegiatan.
2.    Sistem Akuntansi
Terdiri dari metode dan catatan catatan yang dibuat untuk mengidentifikasikan, mengumpulkan, menganalisis, mencatat, dan melaporkan transaksi-transaksi organisasi dan menyelenggarakan pertanggung jawaban aktiva dan kewajiban yang berkaitan. Sistem ini dirancang untuk menghasilkan informasi keuangan dan bahkan juga menghasilkan pengendalian manajemen dan informasi operasional  yang tidak berkaitan dengan akuntansi.
Dokumentasi sistem akuntansi, prosedur-prosedur akuntansi harus dirancang didalam pedoman sistem dan prosedur akuntansi sehingga kebijakan instruksi-instruksi dapat diketahui secara eksplisit dan diterapkan secara seragam.
Telusuran audit, digunakan dalam konsep auditor, eksternal yang dibutuhkan opininya terhadap laporan keuangan perusahaan. Adanya telusuran audit/jejak audit auditor boleh yakin bahwa SIA dan laporan keuangan yang dihasilkan adalah layak.
3.    Prosedur Pengendalian
Merupakan kebikajan dan prosedur yang tercakup dalam lingkungan pengendalian dan sistem akuntansi yang harus ditetapkan oleh manajemen untuk memberikan jaminan yang memadai bahwa tujuan tertentu akan dapat dicapai. Prosedur pengendalian dapat dikategorikan sesuai dengan pengendalian akuntansi intern yang dirancang untuk menjaga kekayaan perusahaan dan kelayakan laporan keuangan.
Prosedur pengendalian meliputi :
a.     Otorisasi transaksi & aktivitas aktivitas yang memadai, membatasi aktivitas pada orang -orang yang dipilih, mencegah transaksi dan aktivitas yang tidak diotorisasi.
b.     Pemisahan tugas, digunakan  untuk menghindari adanya kemungkinan bagi seseorang berada dalam posisi melakukan kekeliruan dan ketidak beresan serta mengoreksinya sendiri. Tanggung jawab otorisasi, pencatatan transaksi, dan penanganan fisik aktiva dilakukan oleh fungsi-funsi yang terpisah.
c.     Dukumen dan catatan yang memadai, yaitu desain dan penggunaan dokumen-dokumen dan catatan-catatan yang memadai untuk membantu meyakinkan adanya pencatatan transaksi dan kejadian-kejadian yang memadai.
d.     Pembatasan akses terhadap aktiva, pengendalian dan penjagaan fisik aktiva, penggunaan aktiva dan pencatatan, seperti fasilitas yang aman dan otorisasi untuk akses ke program computer dan file-file data. Pembatasan ini dilakukan untuk mengurangi terjadinya pencurian dan dilakukan untuk mengurangi terjadinya pencurian dan penggelapan.

Do You Know SPI???


Do You Know SPI???

SPI (Struktur Pengendalian Intern) terdiri dari 3 elemen yaitu Lingkungan pengendalian, sistem akuntansi, dan prosedur pengendalian. Tanggung jawab manajemen, manajemen bertanggung jawab untuk menetapkan dan meyelenggarakan struktur pengendalian intern. Jaminan yang memadai, dengan mempertimbangkan biaya-manfaat pengendalian.
Menurut Mulyadi, “Pengendalian Intern meliputi struktur organisasi metode dan prosedur yang dikoordinasikan dan diterapkan dalam perusahaan dengan tujuan untuk mengamankan harta milik perusahaan, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansinya, mendorong efisiensi, dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan sebelumnya”. Menurut Bodnar and Hopwood, “Struktur Pengendalian Intern adalah kebijakan dan prosedur untuk menyediakan jaminan yang memadai bahwa tujuan perusahaan dapat dicapai”.
SPI memiliki 4 tujuan pokok, yaitu :
1.      Mengamankan harta milik perusahaan,
2.      Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansinya,
3.      Mendorong efisiensi, dan
4.      Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan.
SPI memiliki 4 unsur pokok yang di kemukakan oleh Mulyadi, yaitu :
1.      Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas.
Contoh:
a)    Bagian Order penjualan terpisah dari bagian Gudang, bagian akuntansi, dan penerimaan kas.
b)    Bagian Piutang terpisah dari bagian Penerimaan Kas
2.      Sistem wewenang (otorisasi) dan prosedur pencatatan yang baik yang dapat mengamankan Aktiva, Hutang, dan Modal.
Contoh:
a)    Cek harus ditandatangani oleh pejabat berwenang (specimen)
b)    Sebelum mencatat kedalam kartu piutang terlebih dahulu faktur penjualan dicocokkan dengan orde pengiriman.
c)    Formulir Faktur penjualan ditandangani oleh bagian order penjualan atau pejabat yang lebih tinggi.
3.      Praktik yang sehat (Sound practice)
Contoh:
a)    Order pembelian diterbitkan atas dasar permintaan pembelian dari bagian yang membutuhkan.
b)    Formulir Order pembelian harus bernomor urut tercetak, dan penggunaannya dipertanggung jawabkan
c)    Formulir bukti kas masuk dan kas keluar harus bernomor urut tercetak, dan penggunaannya dipertanggung jawabkan.
4.      Pegawai yang cakap
Contoh:
a)    Bagian Akuntansi personelnya dari lulusan Akuntansi minimal D3.
b)    Manajer Akunting dijabat oleh karyawan yang telah berpengalaman dalam bidangnya selama min. 3 tahun, dan berpendidikan min. S1Akuntansi.
Auditor sangat berkepentingan terhadap Sistem pengendalian Akuntansi, dalam rangka menilai kekuatan dan kelemahan Sistem Pengendalian Intern perusahaan yang diaudit. Sehingga dalam SPAP (standar profesional Akuntan publik) diatur tentang pentingnya memahami SPI. Standar pekerjaan lapangan yang kedua menyatakan: “Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan”.
Adapun Jenis-jenis pengendalian dalam SPI, yaitu :
a.   Berdasarkan tujuan meliputi:
a)   Pengendalian Akuntansi, meliputi rencana, prosedur dan pencatatan yang bertujuan menjaga keamanan kekayaan perusahaan dan keandalan data akuntansinya. Pengendalian ini menjamin bahwa semua transaksi dilaksanakan sesuai otorisasi manajemen. Transaksi dicatat sesuai dengan Standar Akuntansi.
b)   Pengendalian Administratif, meliputi rencana, prosedur dan pencatatan yang mendorong efisiensi dan ditaatinya kebijakan manajemen yang ditetapkan.
b.   Berdasarkan manfaat, meliputi:
a)   Pengendalian preventif (Preventive control), mencegah terjadinya kesalahan, secara otomatis  dilakukan pengendalian/pengecekan.
b)   Pengendalian detektif (Feed forward control ), mendeteksi kapan kesalahan terjadi dan dilakukan perbaikan
c)   Pengendalian korektif (Feed back control), memberikan umpan balik berupa informasi kepada manajemen untuk memperbaiki akibat terjadinya kesalahan.
c.   Berdasarkan cakupan, meliputi:
a)   Pengendalian umum, pengendalian terhadap, semua aktivitas pemrosesan data dengan komputer, hal ini meliputi pemisahan tanggung jawab dan fungsi pengolahandata.
b)   Pengendalian aplikasi, mencakup semua, pengawasan transaksi dan penggunaan program- program aplikasi dikomputer. Untuk menjaga agar setiap transaksi mendapat otorisasi serta dicatat, diklasifikasikan, diproses, dan dilaporkan dengan benar.
Referensi :
4.      darsono.staff.gunadarma.ac.id/…/BAHAN+5+Pengendalian+dan+Sistem+Informasi+Akuntansi.ppt